Indahnya pernikahan UkhtiShalihah

Mencintai Ketidaksempurnaan dengan Cinta yang Sempurna

Hari Selasa pagi kemarin, Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untuk bertemu suami^^

Dan tentu saja, wajahku selalu merona kemerahan ketika pertama kali melihat beliau. Maklum, sudah 2 bulan ditinggal jauh.hehehe. Ada agenda menyenangkan hari Selasa lalu,… jalan-jalan ke Jogja muslim fair berdua dan seperti biasa, aku suka sekali menggandeng tangannya erat-erat.…  Yah,semoga kali ini ndak ada yang mengira kami pacaran lagi 😀

Dan siang itu…. aku melihat sosok seorang ikhwan yang sungguh membuatku…. Belajar banyak hal, lagi-lagi… tentang sebuah syukur dan sabar….

Ketika kami berjalan melewati beberapa stand buku, tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang… ia tengah berjalan di belakang kami, hendak mendahului…. Kulihat ia… beberapa menit lamanya. Seorang lelaki, yang membutuhkan usaha jauh lebih banyak daripada orang-orang pada biasanya hanya untuk berjalan, karena Allah memberinya sebuah kaki yang… kurang sempurna…. Ia berjalan terseok pelan, kaki kanannya terlihat menekuk tak seperti kaki orang pada umumnya… tapi ia tak menghiraukan pandangan orang-orang padanya….

Lalu.. di stand di depanku… kulihat ada seorang akhwat di sampingnya.… Waktu itu kupikir, mungkin itu adalah istrinya… atau mungkin akhwat yang secara tak sengaja berdiri di sebelahnya…. Tapi, entah kenapa aku lebih suka mengira bahwa akhwat itu adalah istrinya….

Dan tiba-tiba saja pikiranku tertuju pada sosok di sampingku, yang tangannya masih menggenggam erat tanganku…. Aku tengah berpikir, bila akhwat itu memang istri ikhwan yang kulihat tadi…. Maka betapa besar hati akhwat itu…, membuatku demikian iri….

Ya…. Sungguh, aku tengah membayangkan hati dan perasaan akhwat itu yang dengan kerendahan hati menerima kekurangan suaminya…. Perasaan yang mungkin saat ini jarang sekali ada dalam tiap diri kita….

Lagi-lagi… aku berkaca…. Saat ini Allah telah memberiku seorang ikhwan yang begitu “baik dan sempurna fisiknya” … sebagai imamku… dan… Astagfirullah… betapa sedikit sekali syukurku…. Seringkali, aku  masih bermuka masam di hadapan suamiku…. Seringkali aku mengeluh atas tiap ujian yang Allah berikan pada kami…. Padahal… tak seberapa ujian yang Allah beri….

Ya,… aku belajar lagi kali ini…. Tentang mencintai ketidaksempurnaan dengan cinta yang sempurna…. Betapa indah, ketika kita bisa selalu bersyukur…, mensyukuri apa-apa yang sudah Allah beri…. Ukhti,… ketika anti sudah mempunyai suami, maka anti pasti akan tahu seperti apa perasaanku saat ini…

Ya…. Sungguh… Allah telah memberikan kita sebaik-baik lelaki sebagai suami kita, yang tak pernah mengeluh sedikitpun walau penat dan lelah masih hinggap di pundaknya…. Ia yang tak pernah menampakkan wajah muram, walau berbagai ujian dan cobaan tengah menyapanya…. Ia… adalah sosok yang sempurna… dengan ketidaksempurnaannya…. Dulu… sebelum menikah… bisa jadi kita menilainya sungguh baik, bagai manusia tanpa cela, tapi setelah menikah… pasti akan kita lihat… satu …dua… kekurangan-kekurangannya….

Tapi…. Lagi-lagi… syukur itu indah… ketika kita melihat bahwa ketidaksempurnaannya itulah yang justru akan mempererat cinta kita…. Karena akan selalu ada senyum ketika kita sama-sama saling belajar, … ada pelukan hangat ketika kita saling menasehati….

Ya… MasyaAllah… sungguh kali ini aku sangat bersyukur…. Memiliki seorang suami yang begitu “sempurna”, ini hanya dilihat dari fisik saja… belum yang lainnya…. Dan lagi, aku kembali merenung… seandainya… suamiku memiliki kekurangan seperti ikhwan yang kulihat kemarin… masih adakah cinta di hatiku?

Ahh,… sungguh… hanya Allah yang tahu, seberapa lapang hati kita untuk diuji…. Karena bisa jadi aku tak sanggup untuk memberi cinta pada sosoknya…. Dan saat ini… aku benar-benar bersyukur atas nikmat yang Allah beri  dengan bentuk sesosok suami yang demikian shalih dan baik…. Dan aku bersabar… bila ada satu… dua… kekurangan yang ada pada dirinya….

Karena aku sadar, bahwa ketika kami bertemu, kami bukanlah manusia-manusia yang sempurna,. Hanya saja Allah telah mempertemukan dan mengikat kami, dimana ikatan itu justru menyempurnakan ketidaksempurnaan kami…^^

Alhamdulillah….

Jumat,10 Desember 2010

*nemu tulisan lama, masyaAllah, setelah hampir dua tahun menikah ternyata efeknya jauh lebih besar, Alhamdulillah^^(17.03.12)*

Leave a Comment