Indahnya Islam UkhtiShalihah

Mari Kita Warnaiii…..^^

Suka lihat pelangi? Atau bunga-bunga yang tumbuh di taman? Indah bukan? Dengan warna warninya melukis biru langit dan hijau taman. Kalo kita memiliki warna masing-masing yang berbeda, warna apa yang kamu suka? Aku suka warna hijau yang menyejukkan atau biru yang menenangkan..

Ya. Memang. Diri kita penuh warna. Tahukah bahwa kita tengah melukis warna dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita? Banyak mungkin dari kita yang merasa bahwa kita biasa-biasa saja. Tanpa kita tahu bahwa kita sebenarnya telah diciptakan dengan segala “keluarbiasaan” kita, apalagi sebagai seorang muslim. Maka sudah sepatutnya kita bersyukur kan?^^

Hmm… saudaraku, ikhwah fillah. Mari kita edarkan pandangan ke sekeliling kita. Apa yang antum lihat? Putih?Hitam? Burem? Ya,ini hanya sebuah gambaran saja.

Kalau antum tinggal di sebuah lingkungan dengan bi’ah islamiyah yang bagus, MasyaAllah, syukuri itu. Karena kita dapat lebih mudah menjaga diri, karena lingkungan kita mendukung, baik keluarga,sekolah, kampus,dan lingkungan masyarakatnya. Kita juga lebih mudah mengaktualisasikan diri kita.

Tapi kalau antum tinggal di tempat yang jauh dari bi’ah islamiyah, maka bersabarlah. Itu artinya Allah percaya bahwa antum bisa melakukan hal lebih banyak di sana. ^^

Mewarnai atau terwarnai, antum pilih yang mana? Kalau Ayu pilih dua-duanya ^^

Ya, mewarnai. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menggoreskan warna pada orang-orang di sekitar kita dengan celupan-celupan yang telah Allah berikan. Dengan Shibgah Allah maka warna warni indah islam dapat terlihat dimana-mana.

Islam itu adalah agama yang indah ajarannya, tapi terkadang keindahan itu tertutupi oleh buruknya perilaku penganutnya. Semoga kita bukan termasuk orang2 yang demikian, kalaupun iya mari berbenah dari sekarang, karena tak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan^^

Ibarat mutiara dan permata maka keindahan mutiara dan permata itu sudah tertutupi oleh debu bahkan lumpur yang membuat kemilaunya tak nampak lagi. Namun mutiara tetaplah mutiara, ia tetaplah perhiasan berharga dan dinilai mahal. Walaupun udah masuk ke comberan mah tetep aja banyak yang mau tho?

Ya, begitu pula Islam. Ia tetaplah agama yang agung, agama yang indah penuh cinta. Sayang,tak semua orang bisa merasakannya, padahal Allah sudah memberi kita modal yang lebih dari cukup yaitu panca indra kita, bahkan hati kita. Kalau itu semua digunakan untuk mengindra segala keindahan dan kebenaran Islam, pasti tak ada lagi orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah ini: nikmat iman dan Islam.

Kembali ke topik, kebanyakan intermezzo nih. Hehehe.

Mewarnai. Yayaya.

Kita punya warna yang sudah Allah berikan sebagai modal.

Lalu? Kenapa kita tidak menggunakannya dengan sebaik-baiknya? Mari kita warnai lingkungan kita, teman-teman kita, keluarga kita dengan warna-warna Islam itu.^^

Shibgah Allah,dan Siapakah yang lebih baik shibgahnya daripada Allah? Dan hanya kepadaNya kami menyembah” (QS.Al Baqarah; 138)

Kalau langit itu hanya berwarna biru saja, rasanya ada yang kurang. Maka Allah ciptakan pelangi.

Kalau taman melulu berwarna hijau,dimana letak indahnya? Maka Allah ciptakan bunga yang berwarna-warni sebagai hiasan.

Ya. Terlalu egois kalau kita berwarna merah, biru atau hijau sendirian di tengah abu-abu atau hitam. Bukankah akan lebih indah kalau abu-abu dan hitam itu tersamarkan atau malah tak terlihat dengan warna-warna yang kita goreskan?^^

“Jika karenamu Allah memberikan hidayah kepada seseorang, maka hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang paling berharga) sekalipun.

Kalau soal terwarnai? Ya, itu juga penting.

Sebelum bisa mewarnai kan kita harus terwarnai dulu.^^

Tentu saja dengan warna-warna indah Islam. Kalau sudah begitu maka kita sudah siap untuk mewarnai.  Bagaimana kita mengetahui bahwa kita sudah terwarnai atau belum? Ya itu bisa dilihat bila selera kita = selera Allah.

Selera kita dalam bersikap, beribadah, berpakaian, dan lain-lain.

Ya. Karena hidayah itu tidak datang dengan sendirinya. Hidayah itu harus dijemput bukan ditunggu, ya tho?^^

Jadi, kalau ada orang yang saat ditanya.. “Kenapa ente ga shalat?” atau “Kenapa belum pake jilbab?” kemudian mereka menjawab…”Belum dapet hidayah”, maka bisa dipastikan bahwa mereka belum bersungguh-sungguh untuk meraihnya. Bahkan, untuk sebuah hidayahpun kita butuh usaha. Kenapa? Agar ketika kita mendapatkannya kita bisa benar2 bersyukur dan berjanji akan terus memegangnya erat-erat.^^

Ikhwah fillah, keep Istiqomah..!! Laa izzata illa bil jihad…^^

Ahad,29 Agustus 2010

(Ketika aku merenungi keberadaanku ini. Aku sadar bahwa aku harus terus berbenah lagi. Bismillah, mudahkanlah ya Allah. Aamiin.^^)

Ilustrasi: butirtasbih.blogspot.co.id

Leave a Comment