Cerpen Dialog hati UkhtiShalihah

30 ribu itu

Udara malam yang cukup dingin berhembus pelan menelusup dari balik kusen jendela dan pintu-pintu yang terbuka. Ada sesosok perempuan muda tengah menempelkan benda hitam kecil di telinganya, sembari melilitkan selimut berwarna merah muda di tubuhnya yang mulai kedinginan. Jangkrik di pekarangan rumah dan burung yang bertengger di balik sangkar kayu berrebut mengeluarkan suara membuat riuh suasana malam yang dingin itu.

“”Mas,mas… besok setelah kita pulang dari resepsi mampir toko jilbab yuk,aku pengen beli jilbab warna putih yang lebih lebar,aku kemarin liat ada yang bagus lho mas..””kata perempuan itu dengan nada riang sembari membayangkan jilbab putih yang ia inginkan. Beberapa hari yang akan datang lelaki itu akan pulang untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan dengannya. Dan ia berrencana akan mengajak lelaki itu ke sebuah toko jilbab yang cukup ternama di kota Jogja.

““umm,belum tau sayang,kebutuhan kita bulan ini kebetulan baru banyak,besok aja ya lain kali kalau ada rejeki lagi..” ” kata seorang lelaki di seberang telepon dengan nada menghibur sang perempuan.

““ohh,begitu yas mas? Baiklah, tak apa..”” ada sedikit rasa kecewa yang menggantung dari jawaban perempuan muda itu. Tapi ia berusaha menyembunyikannya dari sang lelaki.

Dan obrolan itu berlanjut dengan cerita-cerita lain tentang kehidupan mereka. Layaknya sepasang suami istri, ada begitu banyak hal yang bisa mereka ceritakan walau ada jarak yang memisahkan.

Burung yang sedari tadi mengoceh sudah diam, tampaknya ia sudah cukup lelah dan membiarkan pasangan yang sedang membagi rindu itu untuk meneruskan kisah mereka.

***^^***

Siang hari yang cukup panas, begitu kontras dengan udara di malam hari yang begitu dingin menusuk tulang. Siang itu matahari bersinar cerah, bahkan tanpa awan hingga panasnya begitu mudah menggosongkan kulit siapa saja yang berjemur di bawahnya.

Perempuan berjilbab hitam itu, Tia namanya, tengah mengendarai sepeda motornya menuju kampus tempat ia kuliah. Seperti biasa dengan kecepatan rata-rata di atas 60 km/jam. Perasaannya terasa ringan hari itu, tapi ia masih saja teringat dengan jilbab putih yang ia inginkan. Ia berandai-andai kalau punya jilbab itu pasti bisa dipakai kemanapun ia pergi, tanpa harus mengenakan jilbab putihnya yang berukuran lebih kecil.

Hingga sampai di sebuah perempatan besar. Angka yang tertera di atas lampu berwarna hijau menunjukkan angka 4 dan terus berubah menuju angka 0 dan kemudian lampu akan menjadi merah. Tia terus saja melajukan sepeda motornya walau ia tahu ia tak sanggup mengejar waktu sebelum angka 0 .

Sampai akhirnya, “braakkk!”

Tia terjatuh dengan sepeda motornya. Beberapa saat ia mengamati keadaan tubuhnya. Beruntung ia bisa berdiri. Beberapa lelaki mendekatinya, membantu Tia  menuntun motornya ke pinggir jalan. Tia hanya bisa berjalan mengikuti lelaki yang membawa motornya, tangannya bergetar dan air matanya mulai tumpah. Ia menangis, baru kali pertama itu ia jatuh. Dan siang itu ia terjatuh karena menabrak sebuah mobil yang entah kenapa tiba-tiba mengerem mendadak, membuatnya tak punya cukup waktu untuk menghentikan laju sepeda motornya.

Mobil yang ditabraknya ternyata sudah pergi, tak menyadari bahwa ada seorang perempuan yang terjatuh di belakangnya. Tapi beberapa saat kemudian mobil hitam itu itu kembali, ternyata ada seorang lelaki yang meneriaki pengemudi mobil itu hingga mobil itu mau memutar balik kembali ke arah Tia terjatuh.

““gimana mbak? Ada yang sakit? Motornya ada yang rusak?”” kata lelaki muda itu cukup khawatir.

“”ndak apa-apa kok mas, ini cuma motornya yang perlu dicek””

“”kalau begitu, mari saya antar ke bengkel saja mba, nanti saya ganti””

Akhirnya mereka per gi ke sebuah bengkel motor. Tia mengendarai motornya dan lelaki itu mengikuti Tia dari belakang dengan mobilnya. Sesampainya di bengkel si lelaki itu tampak sibuk menelepon. Dan akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan tia di bengkel.

““Mbak,maaf ya sebelumnya, saya baru terburu-buru, kalau saya tinggali uang untuk bayar servis motornya gimana mba? Nanti kalau kurang mbak sms saya saja, nanti saya transfer. Biasanya kalau servis biasa paling cuma 20 ribu saja kok mbak””

“”umm,yasudah mas, ndak apa-apa, tapi nanti kalau uangnya sisa gimana?”” kata Tia ragu.

““ya ndak apa-apa mbak kalau sisa. Ini saya titip 30 ribu dulu ya,nanti sms saja kalau kurang”” kata lelaki itu sembari mengulurkan dua lembar uang, 20 ribu dan 10 ribu.

““Makasih ya mas, nanti saya kabari lagi””

Sebelum pergi,lelaki itu memberikan nomor teleponnya pada tia. Setelah bertukar nomor lalu lelaki itu pamit, tinggal lah tia sendiri menunggu motornya dicek bagian yang rusak.

Setelah beberapa saat menunggu,akhirnya motor Tia selesai di servis. Ketika Tia menanyakan biaya servisnya, seorang wanita berseragam warna merah mengatakan kalau tia tak usah membayar karena yang dibetulkan hanya pijakan motornya yang sedikit miring. Akhirnya Tia pulang ke rumahnya.

Di sebuah kamar berukuran 3×4 meter itu Tia duduk di tepi kasur, sembari memegangi lututnya yang memar. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, tentang jilbab putih kesukaannya itu. Ia heran dengan kejadian yang baru saja ia alami. Ia seperti sedang diingatkan, tentang rasa kecewa dan keinginan yang sebelumnya ia ucapkan pada suaminya di telepon malam sebelumnya.

“”astaghfirullah… kok bisa begini? Kemarin aku ingin beli jilbab putih seharga 30ribu, dan sekarang, aku jatuh dan mendapatkan uang 30 ribu juga. Ini artinya apa ya Allah?””

Mendadak ia ketakutan, ia merasa waktu itu Allah tengah menegurnya dengan kejadian siang itu. Ia kemudian menyadari kekeliruannya…

““ohh…jadi begini maksudnya….”” tia bergumam sembari menatap uang 30 ribu yang ia genggam itu. Tiba-tiba ada sebuah perasaan tak enak menyeruak dari dalam hatinya. Ia teringat suaminya, ia teringat betapa keras usaha suaminya itu untuk menafkahinya. Ia merasa tak enak, karena ia masih sering mengeluhkan hal-hal yang seharusnya tak ia keluhkan, dan ia masih sering meminta hal-hal yang semestinya tak terlalu ia butuhkan. ““ahhh, istri macam apa aku ini, ternyata aku belum bisa qona’ah””

Ada rasa bersalah dan malu menjadi satu, bergumul di dalam hatinya. Dan akhirnya, ia mengambil begitu banyak pelajaran dari musibah siang itu.

Kamis,21 Juli 2011

Based on true story

Ahhh,dan aku sungguh malu menceritakan kisah ini kawan >_<

***^^***

Yah..inilah kisahku beberapa pekan yang lalu. Tampaknya ayu udah update status ketika ayu kecelakaan dulu itu.hehe.dan inilah kisah lengkapnya. Ayu malu sebenarnya.. tapi ayu tahu ada begitu banyak hikmah yang bsia ayu ceritakan lewat musibah itu.

Ayu benar2 merasa ditegur sama Allah waktu itu. Jujur ayu sangat takut, jangan2 Allah marah. Jangan2 kejadian waktu itu adalah hukuman bagi ayu. Sungguh, ayu malu sekali, ayu malu pada Allah. Selama ini ayu sering mengingatkan teman2 agar menjadi istri yang qona’ah tapi ternyata ayu sendiri tak melakukannya. Astaghfirullah, dan ternyata peringatan Allah datang jauh lebih cepat dari yang ayu kira. Dan seketika itu juga, ayu sadar betapa besar kuasa Allah atas tiap makhlukNya. Andai tiap manusia yang berbuat kesalahan itu langsung diberi peringatan maka bisa jadi tak banyak yang akan memilih menjadi ahli maksiat. Tapi Allah sungguh baik, ada manusia yang ketika salah langsung ditegur entah dengan cara halus atau keras, tapi ada yang dibiarkan, agar manusia itu menyadari kesalahannya. Lalu kemudian bertaubat dan memperbaiki diri.

Ayu sempat takut kalau Allah marah, tapi ayu tahu kalau Allah sangat sayang padaku. Hingga Allah dengan berbaik hati menegurku secepat itu, agar ayu tak berlarut2 dalam kesalahan, agar ayu segera sadar dan melakukan perbaikan. Alhamdulillah…

Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kisah ini ya teman2…^^

Dan untukmu ukhti… jangan sekali2 mencoba2 ya..hehehe,ridho suami itu penting lho^^

Oiya,siang itu ayu langsung sms masnya yang ayu tabrak mobilnya, dan masnya malah bilang uang 30ribu itu buat ayu jajan aja =,= dohh,emang saya anak sekolahan mas pake jajan segala?

Awalnya ayu takut mau pake uang itu,tapi akhirnya kepake juga,tapi yang jelas bukan buat beli jilbab putih yang ayu pengen itu lho… (udah kapok soalnya.hehe)

Yahh…secuil kisah memalukan ini semoga bisa diambil hikmahnya…

Teruntuk suamiku….

Maaf ya mas… tolong ingatkan istrimu ini kalau masih sering nakal yaaa….

Leave a Comment